Rabu, 28 Maret 2012

BSP

SANG KEKASIH
Sudah sejak Agustus 2000, satu hari setelah hari kemerdekaan Bangsa ini, kukenal ia, sebagai wanita yang penuh perhatian padaku, hingga banyak lelaki lain yang cemburu padaku, Ahhh… Infotaiment pikirku… Anjing menggonggong kafilah berlalu, tak ada lagi waktu kusempatkkan untuk berbagi pada kawan-kawanku, memang wanita membuat goyah keimananku, hanya sesekali Kumenyapa kawan lamaku… tak ada lagi kumpul-kumpul yang biasa ku hadiri bersama kawan-kawanku untuk bicara bagaimana menanyakan kabar pada gembel-gembel,yang senasib denganku, hanya kabar dan salam dari kawan yang menyapaku…enteng saja ku anggapnya, luar biasa panah asmaranya menancap dalam dalam relung jiwaku, romantis benar Aku dikala itu… usiaku padahal masih teramat muda kala itu. Buah bibir sana-sini kudengar sumbang, dari kawanku…seperti biasa ku hanya diam tidak mau ambil pusing, Sialan pikirku’ pengadilan apa lagi ini !...belum saja seumur jagung aku jalan dengannya, ahhh...sudahlah. Aku jalan ke Monas, persis tepat kumenghadap Kedutaan Amerika sambil muntahkan serapah dan kebencianku pada gedung megah itu, hanya itu yang kumampu untuk mengumpat Amerika, entah apa tujuanku kala itu, yang jelas kunyatakan Amerika sebagai bajingan direpublik ini, walaupun yang kutahu hanya nyopet dan jambret.
“ Ma Kopi ”,
ngutang pa bayar ?... 
ngutang Ma’ 
Abis………!!!
Sialan nih nenek-nenek tua, membatin dalam hati..
nanti sore gua bayar Ma’
bayar pake apa’an luh ? kerja aja kaga…
Kusundut rokokku, kutarik dalam, sambil menghembuskan asap rokok keudara…
“kenapa sih ma ngutang aja ga boleh” !...
Utang luh dah banyak…
Drun…eluh beli rokok bisa, giliran kopi utang…luh sial dangkalan juga luh…
Begitu, setiap kali kumuak dengan aparat, pejabat, orang-orang bahkan pacarku, kuselalu, berangkat keMonas duduk menghadap kekedutaan Amerika, kumuntahkan kebencian, sumpah serapah dan semua kedzoliman kehadapan kedutaan besar Amerika yang aku muak kepadanya, disanalah kutumpahkan kebencianku, sehingga mempertebal keimananku akan Kemunafikan Amerika sebagai negara Adidaya yang menindas, menghisap, begitupun terhadap Australia, kumuntahkan juga semua sumpah serapah tentang bangsaku kepadanya, kebencianku, tentang pejabat-pejabat Korup, dan politisi busuk semua kubangun dengan mengarahkannya semangat perlawan dan kumuntahkan, kebencian dan kemuakanku kesemua negara-negara Kapitalis yang licik, Negara-negara yang suka ikut campur tangan ekonomi bangsaku, bajingan kampret, memang, Cara yang kuanggap, menghindari kebencianku terhadap bangsa dan saudara-saudaraku sendiri dari kemuakan terhadap saudar-saudaraku yang korup. Jeblosakan dan tangkap, titik, tak ada kompromi. Kiblat sumpah serapah, Kedutaan Amerika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar